Katu, 5 Juli 2025

Lore Tengah – Menjelang pelaksanaan pesta pernikahan di Desa Katu, masyarakat kembali menunjukkan semangat gotong royong melalui kegiatan adat yang dikenal sebagai Mo Tenda. Kegiatan ini merupakan tradisi memasang tenda pesta di rumah mempelai pria dan wanita, sebagai bagian penting dalam rangkaian persiapan pesta pernikahan.
Puluhan warga dari berbagai kalangan terlihat antusias bergotong royong tanpa pamrih, sejak pagi hingga sore hari. Tidak ada upah atau imbalan yang diberikan, karena Mo Tenda dilandasi oleh panggilan solidaritas dan rasa kekeluargaan yang tinggi di antara warga.
Mo Tenda bukan hanya soal tenda. Ini simbol bahwa kami hadir dalam suka cita mereka. Hari ini mereka menikah, besok bisa jadi giliran kita yang dibantu,” ujar salah satu warga yang ikut serta dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini dilakukan di dua tempat, yaitu di rumah calon mempelai pria dan wanita. Anak-anak muda, orang tua, hingga tetangga dari dusun-dusun sekitar ikut ambil bagian. Dalam proses Mo Tenda, tak jarang terdengar tawa, candaan, serta cerita-cerita lama yang membuat suasana penuh keakraban.
Tradisi Mo Tenda merupakan bagian dari kekayaan budaya suku Behoa di Desa Katu yang hingga kini masih dijaga dan diwariskan lintas generasi. Selain menjadi bentuk kerja kolektif, kegiatan ini memperkuat ikatan sosial antar warga dan menjadi ruang pertemuan lintas keluarga di desa.
Dengan semangat kebersamaan ini, pesta pernikahan yang akan dilangsungkan pun menjadi lebih dari sekadar acara pribadi—ia berubah menjadi momen bersama seluruh kampung.