Desa Katu — Pemuda Jemaat Pniel Katu melaksanakan kegiatan pencarian dana melalui pekerjaan “mampedurei” pada 2-3 Maret 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kreativitas pemuda dalam menggalang dana sekaligus melestarikan budaya gotong royong yang hidup di tengah masyarakat Desa Katu.

“Mampedurei” merupakan salah satu istilah lokal di Desa Katu yang berarti membantu keluarga yang membutuhkan tenaga kerja, dengan memberikan upah kepada pemuda yang bekerja. Biasanya pekerjaan yang dilakukan berupa membantu di kebun, membersihkan lahan, memanen hasil pertanian, atau pekerjaan fisik lainnya sesuai kebutuhan keluarga yang meminta bantuan.
Dalam kegiatan tersebut, para pemuda turun langsung ke lokasi kerja sejak pagi hari dan menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama. Upah yang diperoleh dari hasil kerja tersebut kemudian dikumpulkan sebagai dana kegiatan pemuda jemaat.
Salah satu pengurus pemuda menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal penggalangan dana, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan dan melatih tanggung jawab. “Melalui mampedurei, kami belajar bekerja keras, saling menopang, dan tetap menjaga nilai pelayanan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari warga karena selain membantu kebutuhan tenaga kerja, juga mempererat hubungan antara pemuda gereja dan masyarakat. Semangat kerja, kekompakan, dan kerendahan hati para pemuda menjadi cerminan nilai pelayanan yang diajarkan dalam kehidupan bergereja.
Diharapkan, kegiatan mampedurei dapat terus dilakukan sebagai bentuk kemandirian pemuda dalam mendukung program jemaat sekaligus menjaga tradisi gotong royong yang menjadi kekuatan sosial masyarakat Desa Katu.