Katu β Wahana Visi Indonesia (WVI) bersama World Vision Australia melakukan kunjungan ke Desa Katu pada 10 Februari 2026 dalam rangka pelaksanaan Program INCLUSION yang didukung oleh Pemerintah Australia melalui Australian NGO Cooperation Program (ANCP).

Kunjungan tersebut diawali dengan penyambutan tamu secara adat melalui tarian tradisional, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan dan diskusi bersama di Balai Desa Katu. Suasana berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi antara pemerintah desa, pengurus BUMDes, kelompok tani, serta perwakilan kelompok disabilitas.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Katu Henok Cugeno menyampaikan bahwa pada tahun 2026 pemerintah desa telah mengalokasikan anggaran ketahanan pangan sebesar Rp10 juta untuk mendukung program kelompok disabilitas. Anggaran tersebut direncanakan untuk membuka lahan seluas satu hektare yang akan dikelola oleh kelompok disabilitas dan ditanami jagung.
βKami berkomitmen memastikan kelompok disabilitas mendapat ruang dan dukungan yang sama dalam pembangunan desa, termasuk dalam sektor pertanian. Tahun 2026 kami siapkan anggaran ketahanan pangan sebesar Rp10 juta untuk membuka lahan jagung seluas satu hektare bagi kelompok disabilitas,β ujar Kepala Desa dalam sambutannya.
Pada pertemuan tersebut, diskusi juga difokuskan pada pengembangan bisnis jagung yang dikelola BUMDes Katu. Berbagai hal dibahas, mulai dari penguatan tata kelola usaha, peluang pasar, tantangan produksi, hingga strategi keberlanjutan bisnis jagung desa.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke lahan jagung BUMDesa Ngkanino Lestari serta lahan jagung yang dikelola Kelompok Disabilitas Katu. Kunjungan ini menjadi momen penting untuk melihat secara langsung praktik budidaya yang diterapkan, keterlibatan kelompok rentan dalam kegiatan pertanian, serta dampak nyata program terhadap peningkatan kapasitas dan kepercayaan diri para petani, termasuk petani penyandang disabilitas.
Pemerintah Desa Katu menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh WVI dan World Vision Australia. Kunjungan tersebut dinilai bukan sekadar agenda peninjauan, melainkan menjadi suntikan semangat baru bagi pengurus BUMDes dan para petani untuk terus berinovasi dan memperkuat usaha bersama.
Melalui kolaborasi ini, Desa Katu berharap pengembangan komoditas jagung tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat peran kelompok disabilitas dalam pembangunan ekonomi desa, sekaligus berkontribusi pada upaya mendorong kedaulatan pangan nasional.