Desa Katu merupakan salah satu desa di wilayah Sulawesi Tengah yang memiliki total jumlah penduduk sebanyak 419 jiwa, terdiri dari 215 laki-laki dan 204 perempuan. Penduduk ini tersebar dalam 141 kepala keluarga (KK). Berdasarkan distribusi umur, struktur penduduk Desa Katu didominasi oleh kelompok usia produktif (15–64 tahun), yang mencakup sekitar 60% dari total populasi. Hal ini menunjukkan adanya potensi tenaga kerja yang dapat dioptimalkan untuk kegiatan ekonomi lokal maupun program pembangunan desa.

Selain itu, sekitar 26% penduduk merupakan anak-anak usia 0–14 tahun, sementara kelompok usia lanjut (65 tahun ke atas) mencapai 14%. Komposisi ini mencerminkan perlunya kebijakan yang memperhatikan pemenuhan hak anak dan perlindungan sosial bagi warga lanjut usia, khususnya dalam aspek layanan kesehatan, pendidikan dasar, dan dukungan sosial lainnya.
Berdasarkan data pendidikan penduduk usia 15–45 tahun, sebagian besar warga Desa Katu telah menempuh pendidikan dasar hingga menengah. Tercatat sebanyak 39 orang hanya menyelesaikan pendidikan di tingkat SD atau sederajat, 20 orang tamat SLTP, dan 13 orang menyelesaikan pendidikan hingga SLTA. Meski jumlah lulusan pendidikan tinggi masih relatif rendah, terdapat 12 orang berpendidikan sarjana (S1) dan masing-masing 1 orang lulusan D1 dan D3.
Namun demikian, masih terdapat 7 orang yang belum pernah mengenyam pendidikan formal dan 6 orang yang tidak menyelesaikan sekolah, menandakan perlunya perhatian khusus terhadap akses pendidikan dan program kejar paket maupun pelatihan nonformal. Ketimpangan ini dapat menjadi fokus dalam upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam pemberdayaan perempuan, pemuda, dan kelompok rentan lainnya.
Dokumen ini menyajikan data demografi dan pendidikan masyarakat Desa Katu berdasarkan kelompok umur, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan. Data ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi sosial dasar di desa, sebagai dasar dalam penyusunan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan memahami struktur usia dan tingkat pendidikan penduduk, diharapkan pemangku kebijakan, pendamping desa, maupun lembaga terkait dapat merancang intervensi yang lebih tepat sasaran.
Data Penduduk dan Pendidikan Desa Katu
| Kelompok Umur | Laki-laki | Perempuan | Jumlah |
| 0-6 | 14 | 16 | 30 |
| 7-12 | 13 | 27 | 40 |
| 13-18 | 19 | 20 | 39 |
| 19-24 | 15 | 18 | 33 |
| 25-30 | 22 | 10 | 32 |
| 31-36 | 15 | 17 | 32 |
| 37-42 | 27 | 19 | 46 |
| 43-48 | 23 | 15 | 38 |
| 49-54 | 13 | 9 | 22 |
| 55-60 | 9 | 13 | 22 |
| 61-68 | 10 | 9 | 19 |
| 69-72 | 3 | 4 | 7 |
| 75+ | 16 | 8 | 24 |
| Pendidikan | Jumlah |
| Tidak Sekolah | 7 |
| Tidak Tamat | 6 |
| SD | 39 |
| SLTP | 20 |
| SLTA | 13 |
| D1 | 1 |
| D3 | 1 |
| S1 | 12 |

Berdasarkan data yang dihimpun, Desa Katu memiliki total penduduk sebanyak 419 jiwa yang tersebar dalam 141 kepala keluarga. Sebagian besar penduduk berada dalam usia produktif (15–64 tahun), menunjukkan potensi tenaga kerja dan penggerak ekonomi desa yang cukup signifikan.
Namun demikian, tantangan dalam hal pendidikan masih terlihat, dengan 13 orang usia 15–45 tahun belum pernah atau tidak tamat sekolah, serta mayoritas hanya menamatkan pendidikan hingga jenjang SD dan SLTP. Hal ini menjadi catatan penting untuk peningkatan akses pendidikan lanjutan serta program literasi dan pelatihan vokasional yang berkelanjutan di masa mendatang.***