Kegiatan tersebut dibawakan oleh Lahmudin Yoto, yang akrab disapa Tuaka, dan dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh adat, pemuda, perempuan, hingga perangkat desa.

Katu – Masyarakat Desa Katu menghadiri diskusi refleksi perjuangan bersama Yayasan Tanah Merdeka (YTM) yang digelar di balai desa minggu, 15 februari 2026.
Diskusi berlangsung dalam suasana hangat dan partisipatif. Warga secara bergantian menyampaikan pengalaman, tantangan, serta harapan mereka terkait perjuangan mempertahankan hak-hak desa dan pengelolaan sumber daya alam secara mandiri.
Dalam pemaparannya, Tuaka mengajak masyarakat untuk merefleksikan kembali perjalanan panjang perjuangan Desa Katu. Ia menekankan pentingnya menjaga solidaritas dan persatuan warga sebagai modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun kebijakan.
“Perjuangan yang sudah dilakukan selama ini adalah fondasi penting. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kita melangkah ke depan untuk mewujudkan Desa Katu sebagai desa mandiri,” ujar Tuaka di hadapan peserta diskusi.
Menurutnya, kemandirian desa tidak hanya berarti mampu memenuhi kebutuhan ekonomi secara swadaya, tetapi juga memiliki kapasitas dalam mengambil keputusan, mengelola potensi lokal, serta memperkuat kelembagaan desa. Ia mendorong agar masyarakat terus membangun inisiatif bersama, memperkuat peran generasi muda, dan mengoptimalkan potensi pertanian serta sumber daya lokal yang dimiliki.
Harapannya, melalui kebersamaan dan komitmen yang kuat, Desa Katu dapat tumbuh sebagai desa mandiri yang berdaulat atas wilayah dan masa depannya sendiri.
Tak lupa juga masyarakat desa Katu memberikan ucapan terimakasih yang mendalam atas kunjungan yang dilakukan oleh Tuaka.