Katu, Lore Tengah— Kelompok penyandang disabilitas Desa Katu melaksanakan kegiatan penanaman jagung sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi dan pemberdayaan masyarakat inklusif, pada 12 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di lahan yang disepakati desa dan mendapat pendampingan langsung dari para kader desa.

Penanaman jagung tersebut diikuti dengan penuh semangat oleh para penyandang disabilitas meskipun memiliki keterbatasan fisik. Dengan dukungan kader, mereka bersama-sama menyiapkan lahan, menanam benih jagung, hingga melakukan pengaturan barisan tanam.
Kepala Desa Katu, Henok Cugeno, turut hadir dan memberikan dukungan langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas semangat para penyandang disabilitas yang tetap produktif dan berperan aktif dalam pembangunan desa.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya. Pemerintah desa akan terus mendukung program-program yang melibatkan disabilitas agar mereka semakin mandiri dan sejahtera,” ujar Henok Cugeno.
Para kader desa yang mendampingi berharap kegiatan penanaman jagung ini tidak hanya menjadi aktivitas pertanian semata, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran, kebersamaan, serta peningkatan rasa percaya diri bagi penyandang disabilitas.
Melalui kegiatan ini, Desa Katu menegaskan komitmennya dalam mewujudkan desa yang inklusif, di mana seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan peningkatan ekonomi desa.