Katu, 18 September 2025 – Suasana Desa Katu, Kecamatan Lore Tengah, tampak semarak sejak sepekan terakhir. Warga bahu-membahu mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut perayaan Mande Pare yang akan digelar pada 19 September 2025. Tradisi adat tahunan ini merupakan ungkapan syukur masyarakat atas hasil panen sekaligus momentum kebersamaan lintas desa.

Pantauan di lapangan, masyarakat mulai menata rumah masing-masing agar siap menerima tamu dari desa lain. Kaum perempuan tampak sibuk membuat berbagai jenis kue dan menyiapkan aneka masakan khas, sementara kaum laki-laki beraktivitas di hutan untuk mencari ikan sidat dan kodok hutan. Selain itu, mereka juga mengambil daun pisang dan batang bambu yang digunakan untuk membuat hidangan tradisional berupa nasi bambu, dalam bahasa Behoa dikenal sebagai “Pewo.”
Persiapan ini tidak hanya difokuskan pada kebutuhan konsumsi, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan. Setiap warga berkontribusi sesuai kemampuan, menciptakan suasana gotong royong yang kental.
Kepala Desa Katu menjelaskan bahwa Mande Pare bukan sekadar pesta panen, melainkan juga bentuk penghormatan kepada Sang Pencipta dan leluhur.
“Mande Pare adalah wujud syukur dan kebersamaan. Lewat acara ini kita diajarkan untuk berbagi dan menjaga tradisi,” ujarnya.
Dengan aneka masakan yang sudah mulai dipersiapkan, serta partisipasi aktif seluruh warga, perayaan Mande Pare tahun ini diyakini akan berlangsung lebih meriah, sekaligus tetap menjaga kesakralan sebagai tradisi turun-temurun masyarakat Katu.