Katu, 2 Juli 2025

Lore Tengah — Warga Desa Katu kembali melaksanakan tradisi kolektif yang dikenal sebagai Mekau, yakni kegiatan pengambilan kayu api secara gotong royong. Kali ini, tradisi tersebut dilakukan dalam rangka persiapan pesta pernikahan masyarakat desa.
Mekau merupakan budaya kerja bersama masyarakat Katu yang telah diwariskan secara turun-temurun. Biasanya dilakukan saat ada acara besar seperti pesta kawin, kedukaan, atau kegiatan adat lain yang membutuhkan tenaga dan kayu bakar dalam jumlah banyak. Dalam tradisi ini, warga bergotong royong mencari dan mengangkut kayu dari hutan untuk digunakan sebagai bahan bakar memasak saat acara berlangsung.
Yang menarik dari tradisi ini, keikutsertaan warga bersifat sukarela. Tidak ada paksaan, semua dilakukan atas dasar kesadaran dan solidaritas sebagai bagian dari komunitas.
“Kami datang karena merasa terpanggil. Ini sudah menjadi kebiasaan dari dulu, saling membantu saat ada hajatan,” ungkap salah seorang warga yang terlibat dalam kegiatan Mekau.
Lokasi pengambilan kayu biasanya ditentukan secara bersama, kemudian warga yang hadir bekerja sama memotong dan mengangkat kayu menuju rumah keluarga yang sedang mengadakan pesta.
Selain berfungsi praktis, tradisi Mekau juga memperkuat hubungan sosial antarwarga dan menjadi simbol solidaritas yang masih hidup kuat di tengah masyarakat Katu. Di tengah perubahan zaman, tradisi ini tetap dipertahankan sebagai identitas budaya yang mengakar.